Kamis, 31 Maret 2011

Daftar Alamat & No Telp Rumah Sakit di Kalimantan Timur

            RUMAH SAKIT PERTAMINA BALIKPAPAN PT.PERTAMINA BINA MERDEKA Jl.Jend Sudirman No.1 Balikpapan 76111 Telp.(0542) 734020, 734021 Kalimantan Timur Indonesia RS PERTAMINA Balikpapan, Kalimantan Timur mencari 1. RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Jl. MT. Haryono No 656 Balikpapan Tlp.0542-873837/873836/43236 Fax. 0542-873836. Email. Rsud_bpp@yahoo.com 2. RS. Pertamina Balikpapan ( RSPB ) Jl. Sudirman No 1 Balikpapan Tlp.0542-734020 Fax.0542-736134 Email. rspb@rspb.co.id 3. RST.Dr. Hardjanto ( RST ) Jl. Tanjung Pura Balikpapan Tlp.0542-423409 Fax.0542-415677 Email. rstbpp@balikpapan.wasantara.net.id 4. RS. Bhayangkara Jl.Jend Sudirman No 14 Balikpapan Tlp. 0542-421261 Fax. – Email. – 5. RS Balikpapan Husada (RSBH) Jl. MT.Haryono No 9 Ring Road Tlp. 0542-7206517/7206519 Fax. 0542-7206517 Email. – 6. RS. Balikpapan Baru (RSBB) Jl. Komp Balikpapan Baru Tlp.0542-876836 Fax.0542-877331 Email. Alamanda1524@yahoo.com 7. RS. Bedah Harapan Mulia Jl. Wiloyo Puspoyudo Balikpapan Tlp.0542-441572 Fax.9542-422921 Email. – 8. RS. Ibu & Anak Permata Hati Jl.Imam Bonjol No 1 Balikpapan Tlp.0542-413932 Fax. 0542-413928 Email. – 9. RS. Bersalin Sayang Ibu Jl. S.Wain No 33 Balikpapan Tlp.0542-422088 Fax.0542-422088 Email.- 10. RSUD.A.Wahab Syahrani Jl. Dr. Sutomo No 1 Samarinda Tlp.0541-738118 Fax. 0541- 741793 Email. rsuaw@samarinda.wasantara.co.id 11. RS. Katholik Dirgahayu Jl. Gn.Merbabu No 62 Samarinda Tlp.0541-742116 Fax.0541-748308 Email. Humas_rsd@yahoo.com 12. RS. H. Dardjad Jl. Dahlia No 4 Samarinda Tlp.0541-732698 Fax.0541-732562 Email: rshd_smd@yahoo.com 13. RS. Jiwa Atma Husada Jl. Kakap No 23 Samarinda Tlp.0541-743364 Fax.0541-741035 Email.- 14. RS. Bakti Nugraha Jl. Basuki Rahmat No 50 Samarinda Tlp.0541-206183 Fax.0541-736868 Email. – 15. RS. Bedah Samarinda Siaga Jl. Ramania luar No 3 Samarinda Tlp.0541-739772 Fax.0541-749131 Email.- 16. RS. Tentara Jl. Jend Sudirman No 20 Samarinda Tlp.0541-736518 Fax.0541-737896 Email.- 17. RS. Kurata Ayun Samarinda Tlp.0541-282808 Fax.0541-282808 Email.- 18. RS. Ibu & Anak Aisyah Jl. P. Hidayatullah Samarinda Tlp.0541-734533 Fax.0541-734533 Email.- 19. RSUD. Tarakan Jl. Pulau Irisan Tarakan Tlp.0551-21166 Fax.0551-21720 Email. Tarakan_rsud_kaltim@yahoo.com 20. RS. AL.Dr.IIlyas Jl. Martadinata No 29 Tarakan Tlp.0551-24320 Fax.0551-24320 Email.-
      21. RS. Pertamedika Tarakan Tlp. 0551-32911 Fax.0551-32193 Email. phtx@rspb.co.id 22. RSUD. Bontang Jl. S.Parman No 1 Bontang Tlp.0548-3036989 Fax.0548-3036986 Email.- 23. RS. Pupuk Kaltim Komplek PT.Pupuk Kaltim Bontang Tlp.0548-41119 Fax.0548-41555 Email: rusapkt@plasa.com 24. RS. LNG Badak Komplek PT.LNG Badak Bontang Tlp.0548-552552/21133 Fax.0548-21605 Email.- 25. RS. Amalia Jl. P. Diponegoro No 22 Bontang Tlp.0548-24000 Fax.0548-25050 Email.- 26. RSUD.A.M. Parekesit Jl. Imam Bonjol No 68 Tenggarong Tlp.0541-661015/61922 Fax.0541-661013 Email: manajemen_rsuparekesit@yahoo.com 27. RSUD. A. Batara Agung D.S Jl. Bpn Handil 2 Samboja Tlp.0542- 460225/460226 Fax.0542-460148 Email.- 28. RSUD Sangatta Jl. Cut Nyak Dien No 1 Sangatta Tlp. 0549-24707 Fax.0549-24707 Email. – 29. RS. Prima Sangatta Jl. Yos Sudarso I No 1 Sangatta Tlp.0549-25927/22005 Fax.0549-24555 Email: rsps01@gmail.com 30. RSUD Abdul Rivai Jl. Pulau Panjang Tanjung Redeb Tlp.0554-21098 Fax.0554-21064 Email. – 31. RSUD Tanjung Selor Jl. S.Buaya Tanjung Selor Tlp.0552-21292 Fax.0552-226677 Email. – 32. RSUD Panglima Sebaya Jl. Mangungkusumo Km.2 Tanah Grogot Tlp.0543-21363 Fax.0543-23294 Email. panglimasebaya@yahoo.co.id 33. RS Bersalin Kasih Bunda Jl. S. Parman No. 6 RT 23 Gunung Guntur  Balikpapan Tlp. 0542 – 412082 Email. – 34. RS TNI AU Jl. Mulawarman RT 41   Komplek TNI AU Kel. Sepinggan  Balikpapan Tlp. 0542 – 761141 ext. 126-127 35. Balikpapan Dental Health Centre ( BDHC ) Jl. Jend. Sudirman Komplek Pantai Mas Permai Blok A No. 28 Balikpapan Tlp. 0542 – 426427 Fax. 0542 – 426461 36. RS Islam Samarinda Jl. Gurami No. 18 Samarinda 75115 Tlp. 0541 – 256006 37. RS Abdul Moeis Jl. HAMM Rivaddin  Komplek Bumi Rindang Samarinda 75132 Tlp. 0541 – 7030423 38. RSUD Nunukan Jl. Radio No. 65 Nunukan 77482 Tlp. 0556 – 24416 39. RS Bersalin Kasih Ibu Jl. Tvri No. 243 RT 19 Nunukan 77482 Tlp. 0556 – 21632 40. RSUD Malinau Jl. Respen Tubu Malinau Tlp. 0553 – 2022215, 2022214, 2022218 41. RSUD PENAJAM PASER UTARA Jl. Propensi Km 9 Kel. Nipah – Nipah Penajam Paser Utara 76144 Tlp. 0542 – 7211361 42. RS RESTU IBU BALIKPAPAN Jl. A Yani No. 12 Balikpapan-Kaltim Tlp. 0542 – 7029031-734181 Fax. 0542-425864 – 441494
                 

Kamis, 24 Maret 2011

Shafa in her First year

Sh@f@ with grand ma & Rev@

Gathering With My family

Gagis solehah

Ciyeeeeehh cakep banget anak gw

Berjemur Niy didepan Rumah

manisnya kalo nyengir

At Lamaru Beach with grand Pa

Shafa lagi atit minta ndong teyuss

Shafa 1 hour after birth

Shafa in her 3 month

Shafa 1 hour after birth

shafa in her first day

calon dokter terkenal dimasa depan
Posted by Picasa

Me & My ordinary life

With My little One at her 6 month

With My beloved friends at Texas BSB

2 weeks after giving birth
Posted by Picasa
Posted by Picasa

Selasa, 22 Maret 2011

Konten Social Media Mempengaruhi Pencarian Kerja | Jobs DB ID | Career News

Konten Social Media Mempengaruhi Pencarian Kerja | Jobs DB ID | Career News

Sekolah Para "Pemimpin" di Gunung Tembak



 
Sabtu, 15 Januari 2011 
Hidayatullah.com -- Ramai menyeruak di ballroom Hotel Bintang Jl Jenderal Sudirman, Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur, akhir Juli tahun lalu. Pagi  itu, pukul 09:00 WIB,  tampak wajah Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid, Plt Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Ir Sri Wahyuningsih, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma, Ketua Asah Pena Balikpapan Hj Arita Rizal Effendi, dan Ketua BMH Balikpapan Mustakim. Ratusan hadirin dan undangan memadati ruangan.
Hari itu diresmikan  “Sekolah Pemimpin Hidayatullah” (SPH), sekolah gratis dengan sistem boarding school yang diperuntukkan bagi anak anak dari keluarga miskin yang dikelola oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kota Balikpapan.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung dibukanya Sekolah Pemimpin ini. Ini terobosan yang bagus dan patut didukung,” kata Walikota dalam sambutannya.

Walikota berpesan, murid murid yang diterima di Sekolah Pemimpin adalah benar benar yang termasuk dalam data keluarga miskin, dan berharap agar pengelola bersungguh sungguh mewujudkanya sebagai proyek sekolah percontohan yang bisa diterapkan di kota kota lainnya.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma yang juga konsultan pendidikan Sekolah Pemimpin, menjelaskan Sekolah Pemimpin Hidayatullah (SPH) yang berlokasi di Komplek Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak,  Balikpapan,  ini dikhususkan bagi siswa-siswa miskin bertekad menjadi sebuah sekolah yang paling bermutu, dengan guru-guru paling cerdas dan berbakat.

Selain itu, SPH juga dirancang dengan fasilitas yang paling lengkap, kurikulum paling modern, dikelola secara profesional, dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat Balikpapan.
Gratis tapi Tetap Berkualitas
Konsultan SPH, Satria Dharma mengatakan, SPH diharap menjadi sekolah pertama di Balikpapan yang memiliki indoor sport facilities yang lengkap dan akan dapat menjadi kebanggaan semua warga Balikpapan. 
“Ini memang ide yang ambisius dan belum pernah dicobakan, tapi jelas bisa diaplikasikan," ungkapnya, optimis.

"Sekolah Pemimpin Hidayatullah" adalah ‘brand’ dari sebuah sekolah madrasah tsanawiyah (MTs) yang dikelola oleh Pesantren Hidayatullah Balikpapan.   SPH adalah sekolah berasrama (boarding) gratis, termasuk konsumsi sehari hari peserta didik.  SPH percaya bahwa kecerdasan akademik yang dikejar-kejar oleh sekolah pada umumnya bukan satu-satunya  tujuan yang hendak dicapai.

Menurutnya,  hasil survei yang dilakukan The National Association of Colleges and Employers, USA, bahwa kemampuan akademik yang ditunjukkan oleh besarnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menempati posisi ke 17 dari 20 faktor yang memengaruhi sukses seseorang dalam berkarier. Artinya, kesuksesan dalam hidup dan karier bukan satu-satunya ditentukan oleh kecerdasan akademik yang selama ini diagung-agungkan oleh hampir semua sekolah.

Soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, integritas dan kejujuran, kemampuan bekerjasama, kemampuan intra-personal dan etika justru secara berurutan menempati posisi lima besar faktor penunjang kesuksesan.
"Ketrampilan-ketrampilan inilah yang hendak dikembangkan oleh SPH," terang Satria Dharma.

Dengan demikian, kata Satria, SPH tidak lagi hanya menitikberatkan kepada pengembangan hard skills tetapi lebih menggali dan mengembangkan soft skills para peserta didik. SPH mendisain kurikulum dan aktivitas pembelajarannya untuk menggali dan mengembangkan kemampuan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual peserta didiknya.

Seluruh kemampuan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga terintegrasi antara satu dengan yang lainnya, bukan merupakan kemampuan dan aktivitas yang terpisah. Pembelajaran di sekolah dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi wadah kehidupan nyata para peserta didik. Mereka akan dilatih untuk membuat proyek (merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi), bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama siswa atau dengan kelompok siswa lain.

"Mereka juga diajar untuk mengatasi konflik dengan menggunakan problem solving approach," lanjut Satria.

Kurikulum Terintegrasi

Satria Menjelaskan, SPH mengembangkan kurikulum pembelajarannya dengan pendekatan-pendekatan terkini dengan memanfaatkan teknologi. Pembelajaran berbasis teknologi bukan saja karena teknologi sudah menjadi tuntutan kebutuhan peserta didik, tetapi juga dimaksudkan untuk mendidik mereka menjadi pembelajar mandiri. Perkembangan teknologi tentu saja membawa dua akibat yang menyertainya; akibat positif dan negatif.

Oleh karenanya, peserta didik juga harus dibekali pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sehingga mereka mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara arif.

Saat ini, semua siswa SPH sedang dilatih untuk memanfaatkan internet dan secara rutin membuat jurnal harian yang kemudian disimpan dalam flashdisc pribadi yang juga disediakan secara gratis. SPH bahkan memiliki BTS mini yang bisa membuat semua guru dan siswa mengakses internet melalui wifi di sekitar lingkungan asrama dan sekolah. Tapi SPH juga telah membuat beberapa penyesuaian sehingga tak ada situs porno yang bisa lolos.

SPH juga menerapkan pendekatan pembelajaran dengan active learning yang kelak mendorong peserta didik untuk aktif dan lebih kreatif. SPH memasilitasi peserta didik dalam menemukan potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal. Pengembangan potensi ini tentu saja membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda pula karena memang setiap individu adalah unik.

Strategi pembelajarannya menggunakan konsep multiple-intelligences. Lingkungan sekolah yang berada di pesantren dengan etos disiplinnya sangat mendukung pendekatan pembelaran yang diterapkan.

Bagaimana dengan fasilitas? Kegiatan belajar mengajar akan didukung oleh fasilitas yang memadai sehingga memungkinkan terjadinya pengembangan kemampuan peserta didik secara optimal. Fasilitas pendukung yang memadai ini diperlukan untuk pengembangan kemampuan baik akademik, seni, olahraga, dan bidang-bidang lainnya.

Bahkan untuk menunjang pengembangan kemampuan di bidang olahraga, SPH akan memiliki beberapa trainer khusus untuk bidang sepakbola, beladiri, baris berbaris, dan berenang.

Salah satu siswa, Yusuf Harbi, 12 tahun yang duduk di kelas 1 Tsanawiyah, mengaku kerasan bersekolah di SPH. Alasanya, karena banyak teman, suasan belajarnya enak, dan pengasuhnya baik baik. “Sabun mandi, odol, buku, spenser, semua ada. Kita tinggal sekolah,” kata Yusuf.

Pengasuh Asrama Santri, Supardin, 20 tahun, mahasiswa STIS Balikpapan yang baru bertugas 8 bulan di SPH, meski gajinya hanya 50 ribu per-bulan, ia mengaku sangat menikmatinya. Selain untuk menambah pengalaman dalam mendidik anak, ia pun menganggap pekerjaan itu sebagai amanah yang harus dijalankan. “Banyak santri yang tidak punya orang tua, ini membuat saya harus lebih serius dan perhatian,” katanya.

Pesantren Hidayatullah Balikpapan yang membawahi sekoolah ini, baru-baru ini masuk sebagai nominator pertama peraih award Yayasan Pendidikan Terbaik tahun 2011. Pagelaran ini bertajuk Kaltim Education Award 2011 yang digelar Dewan Pendidikan Kaltim bersama dengan Dinas Pendidikan Kaltim dan PGRI Kaliamntan Timur. Program ini adalah bagian dari HUT Provinsi Kalimantan Timur.

Acara puncak penyerahan penghargaan direncakanan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2011 di Grand Ball Room Hotel Senyiur Samarinda.

“Ada tiga yayasan yang masuk nominator. Dari penilaian secara umum 14 kota di Kaltim, kita dinilai termasuk yang menonjol” jelas Kepala Departemen Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Hamka Lathief,. [Abdus Syakur, Ainuddin Chalik/hidayatullah.com]
Rep: Ainuddin Chalik
Red: Administrator

Panduan Memilih Playgroup yang Tepat


Saat anak mulai menginjak usia 2 tahun, biasanya orang tua akan sibuk berdebat mengenai perlunya memasukkan buah hati mereka ke playgroup atau tidak. Pertimbangannya bisa bermacam-macam, seperti usia anak yang masih terlalu dini untuk mulai berkenalan dengan lembaga sekolah paling dasar tersebut atau  juga pertimbangan lainnya seperti keuangan, jarak playgroup yang jauh serta psikologi si anak.

Saat anak mulai menginjak usia 2 tahun, biasanya orang tua akan sibuk berdebat mengenai perlunya memasukkan buah hati mereka ke playgroup atau tidak. Pertimbangannya bisa bermacam-macam, seperti usia anak yang masih terlalu dini untuk mulai berkenalan dengan lembaga sekolah paling dasar tersebut atau  juga pertimbangan lainnya seperti keuangan, jarak playgroup yang jauh serta psikologi si anak.

Tetapi untuk mengetengahi perdebatan bunda dan ayah, alasan-alasan seperti kedua orang tua yang sibuk bekerja, minimnya teman bermain anak di lingkungan rumah dan tidak memiliki pengasuh yang tepat untuk anak, dapat dijadikan acuan untuk memasukkan anak ke playgroup.

Saat ini terdapat beragam playgroup yang dapat bunda pilih untuk si buah hati tercinta, dari yang berbau internasional dengan sistem berstandar luar, atau yang asli buatan dalam negeri yang menggabungkan sistem lokal dengan sistem internasional, sampai yang gratis dan dikelola oleh pejabat di lingkungan perumahan bunda.

Banyaknya pilihan terkadang membuat bingung para orangtua, untuk membantu bunda dalam memilih playgroup yang tepat guna memberikan bekal yang optimal bagi perkembangan anak, maka kami sajikan uraian berikut ini. Mudah-mudahan tips yang disajika dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam menentukan pilihan playgroup bagi buah hati tercinta :

    * Pilihlah playgroup yang lebih menekankan pada life skill

      Seperti belajar membagi, bekerja sama dengan teman, mampu memahami perasaan orang lain serta mampu mengendalikan emosi. Sebagai langkah awal, sepatutnya playgroup lebih dititik beratkan pada kegiatan bermain yang bertujuan untuk merangsang tumbuh kembang anak dan bukan pada academic skill

    * Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai playgroup yang dituju,

      bisa dari teman juga kerabat atau dari media yang lain guna memastikan apakah playgroup tersebut memenuhi standar kriteria playgroup yang baik.

    * Cari tahu tentang para tenaga pengajar yang dimiliki oleh playgroup tersebut. Hal tersebut guna meyakinkan diri telah menitipkan anak bersama orang yang tepat, yaitu guru yang dapat benar-benar mengerti pertumbuhan anak, dapat berinteraksi dengan baik, ramah, mampu memberikan rangsangan kepada anak, serta dapat memberikan pendidikan emosi dan sosialisasi dengan baik.

    * Pilih playgroup dengan konsep taman bermain dan bukan "sekolah".

      Oleh karena itu, pilihlah playgroup yang benar-benar mengerti akan hal ini. Fasilitas bermain yang lengkap juga akan mendukung daya kreatifitas anak agar lebih tingi.

    * Pilihlah playgroup terdekat dari rumah

      Jarak tempuh yang terlalu jauh terkadang bisa menyurutkan semangat belajar anak karena ia merasa lelah saat sampai di sekolah dan tidak jenuh sepanjang perjalanan.

    * Hindari gengsi dan pilihlah playgroup yang sesuai dengan kemampuan finansial

      Playgroup yang mahal bukanlah satu-satunya jaminan untuk menjadikan anak bibit yang unggul.


dikutip dari berbagai sumber
 

Snakehead (fish)

 The Snakeheads are members of the freshwater perciform fish family Channidae, native to Africa and Asia. These elongated predatory fish are distinguished by a long dorsal fin, large mouth and shiny teeth. They breathe air with a suprabranchial organ, a primitive form of alabyrinth organ. There are two extant generaChanna in Asia, and Parachanna in Africa, consisting of 30-35 species.
They have become notorious as invasive species, to the extent of becoming a byword for monster in popular culture.

Contents

 [hide]

[edit]Description

The size of the snakehead species differs greatly. "Dwarf snakeheads" like Channa gachua grow to 10 inches (25 cm). Most snakeheads grow up to 2 or 3 feet (60–90 cm). Two species (Channa marulius and Channa micropeltes) can reach a length of more than 1 meter and a weight of more than 6 kg.
Snakeheads are thrust-feeders which consume planktonaquatic insects, and mollusks when small. When adult, they mostly feed on other fish such as carp, or on frogs. In rare cases small mammals such as rats are taken.
The giant snakehead (Channa micropeltes) is native throughout Asia, and is the most aggressive snakehead. They can grow to around 1 meter in length.

[edit]History

Channidae are well-represented in the fossil record and known from numerous specimens. Research indicates that snakeheads likely originated in the south Himalayan region of Indian subcontinent (modern-day Northern India and Eastern Pakistan) at least 50 million years ago, during the Early Eocene epoch. By 17 Ma, during the Early Miocene, Channidae had spread into western and central Eurasia, and by 8 Ma, during the late Tortonian, they could be found throughout Africa and East Asia.[1] As Channidae are adapted to climates of high precipitation with mean temperatures of 20 °C (68 °F), their migrations into Europe and Asia correspond to the development of the Intertropical Convergence Zone, which increased air humidity, and the intensification of the East Asian monsoon, respectively. Both weather patterns emerged due to greater vertical growth of the AlpsPyrenees, and Himalayas, which affected Eurasian climactic patterns.[1]

[edit]Ecological concerns

Snakehead murrel, Channa striata; Java, Indonesia
Snakeheads can become invasive species and cause ecological damage because they are top-level predators, meaning that they have no natural enemies outside of their native environment. Not only can they breathe atmospheric air, but they can also survive on land for up to four days, provided they are wet, and are known to migrate up to 1/4 mile on wet land to other bodies of water by wriggling with their body and fins.National Geographic has referred to snakeheads as "Fishzilla"[2][3][4] and the National Geographic Channel reports that the "Northern Snakehead reaches sexual maturity by age 2 or 3. Each spawning-age female can release up to 15,000 eggs at once. Snakeheads can mate as often as five times a year. This means in just two years, a single female can release up to 150,000 eggs" [2]
It is illegal to keep snakeheads as pets in many countries[citation needed] as they have become an invasive species.

[edit]Intentional introductions

Humans have been introducing snakeheads to non-indigenous waters for over 100 years. In parts of Asia and Africa, the snakehead is considered a valuable food fish and is produced in aquacultures. Due to this fact it was introduced either on purpose (fisheries motivation) or by ignorance (as was the case in Crofton). Some examples of the introduction of snakeheads to non-indigeneous waters include:

[edit]Reported sightings

[edit]In the US

Snakeheads became a national news topic in the US because of the appearance of northern snakeheads spawning in a CroftonMaryland pond in 2002.[5][6] Northern snakeheads became permanently established in the Potomac River around 2004,[7] and possibly established in Florida.[5] Apparently non-established specimens have been found in Wawayanda, New York,[8] two ponds outside PhiladelphiaPennsylvania[7] and reservoirs in North Carolina.[5]
From 2002 to 2003, one Los Angeles supermarket was found to have illegally sold approximately 25,000 dollars worth of live snakeheads, which caused breakouts in local ecosystems.[9]
In what was determined by the Army Corps of Engineers to be an isolated incident, a fisherman caught a single snakehead on October 9, 2004 while fishing from Lake Michigan at Burnham Harbor in ChicagoIllinois. According to the United States Environmental Protection Agency, snakeheads have also been spotted in CaliforniaFloridaHawaiiMaine,MarylandMassachusetts and Rhode Island.[10]

[edit]Elsewhere

The bowfin, a living fossil not to be confused with the snakehead
A report from Lincolnshire in the United Kingdom turned out to be a hoax.[11]
A reported catch from the Welland Canal in Canada turned out to be a misidentified specimen of Amia calva, the primitive North Americanbowfin.[12]

[edit]As food

Snakeheads are considered valuable food fish. Called Ca Loc, ca Qua, or Ca Chuoi in Vietnamese, it is prized in clay pot dishes and pickled preparations. Larger species like Channa striataChanna maculata, and Parachanna obscura are farmed in aquaculture.

[edit]In popular culture

Channa pleurophthalma
In TV mockumentary series The Office webisode Blackmail, the character of Creed Bratton is blamed for introducing the Snakehead fish into the North American ecosystem.
On the TV series River Monsters,[13] Jeremy Wade shows a dramatization of a snakehead stalking an unsuspecting baby and chihuahua. All hell breaks loose.
In The Penguins of Madagascar episode "Snakehead!", a species of snakehead invades a pond in Central Park and threatens to devour anything in its path. A mother duck and her ducklings seek the aid of the penguins from the Central Park Zoo (Skipper, Kowalski, Rico, and Private) to assess the situation. The penguins build a submarine to scour the pond, where they find the snakehead and destroy it by throwing a bottle of heavily-shaken-up soda down its throat, turning it into a large supply of sushi when the bottle explodes.
The snakehead was featured in a Sci-fi Channel original picture entitled Snakehead Terror
In the HBO series The Sopranos, Bobby and Tony discuss Snakeheads being found in the Adirondack area of New York when visiting Bobby's cottage.
In CSI: New York, snakeheads are placed in tequila bottles which are found by the team at the crime scenes in Season 7 Episode 4 (Sangre Por Sangre).

[edit]